Sabtu, 14 April 2012

Sepertiga Otak Hilang sebuah testimoni Tahitian Noni Juice Indonesia

 Sebuah video testimonial dari seorang ibu yang gigih memperjuangkan kesembuhan bagi anaknya yang kehilangan volume otaknya akibat kecelakaan, melalui upaya medik maupun alternatif/alamiah. Inilah sebuah cerita yang memberi alasan bagi saya untuk bergabung dengan Tahitian Noni International (TNI) dalam misinya mengabarkan anugerah khasiat buah noni (mengkudu) bagi kesehatan seluruh umat manusia menuju perubahan hidup yang lebih baik.


 Video Achmad Syakir di acara Good Morning 



Noni menyembuhkan otak yang hilang. Sebagai ungkapan syukur, Achmad Syakir membagi pengalamannya dengan TNJ kepada orang-orang yang membutuhkannya.
Kini Achmad Syakir, 19 tahun, sudah bisa membaca dan bercanda dengan adik-adiknya. Ia juga bisa berkonsentrasi dalam waktu yang lama, sehingga ia mampu mengolah pikirannya selama berjam-jam. tertawanya juga semakin lepas dan ia bisa berlari-lari kecil. Aisyah Al Habsyi, ibunda Syakir merasa bersyukur atas karunia Allah SWT yang dilimpahkan kepadanya.
Kecelakaan yang menimpa Syakir, menurut Aisyah, tetap disyukurinya. Ini bentuk perhatian Allah SWT kepada saya dan keluarga,”kata Aisyah, mengawali ceritanya. Syakir mengalami penderitaan dan perjuangan dahsyat untuk bertahan hidup. Kecelakaan hebat yang terjadi pada 6 September 2006 hampir saja merenggut pemuda ganteng yang hobi otomotif. Kepala Syakir harus terbentur batu kali yang besar saat ia mengikuti balapan motor. Imbasnya, sepertiga otak Syakir harus hilang.
Penanganan yang tidak memuaskan dari RS umum di Indonesia membuat Aisyah harus menerbangkan Syakir ke RS di Singapura. “kenapa baru dibawa sekara-ng, ujar dokter Singapura kepada saya,”cerita Aisyah. “Tubuh Syakir kaku, jangankan bicara, menggerakkan bola matanya saja sulit, apalagi menggerakkan anggota tubuhnya. Tim dokter memvonis Syakir akan sembuh dalam waktu 7 tahun, itupun tidak sempurna. Syakir akan seperti anak kecil, bicara tidak jelas, berfikirpun akan sangat lambat, ini semua karena imbas dari hilangnya sebagian otaknya. “Tapi saya yakin Allah SWT akan menyembuhkan anak saya,”ungkap Aisyah.



http://www.youtube.com/watch?NR=1&feature=endscreen&v=hl4mcCfkkXA


Hampir tiga bulan, Aisyah dan Syakir menetap di Singapura tanpa harapan pasti. Pertengahan Februari Aisyah mulai memberikan TNJ kepada Syakir hingga 500ml. perubahan pun terjadi di hari ke-5, Syakir bisa menggerakkan lehernya. “Sekarang? Ia sudah dapat beraktivitas seperti biasa,”cerita Aisyah. Sebagai ucapan syukur yang dalam, sejak saat itulah Aisyah membagi pengalamannya ber-TNJ kepada orang-orang yang membutuhkan kesehatan.
Segera hubungi  Kami untuk menemukan solusi penyakit anda




Tidak ada komentar:

Posting Komentar